oleh

Busyro Muqoddas: Rembug Nasional sebagai Reposisi Arah Kebijakan Negara

KABARMU.CO,YOGYAKARTA- Majelis Hukum dan Ham PP Muhammadiyah serta MPM PP Muhammadiyah mengadakan Rembug Nasional melalui daring yang dilaksanakan pada 5 kali putaran yang dimulai pada hari rabu 8 juli 2020.

Rembug Nasional ini merupakan bentuk partisipasi rakyat untuk menyampaikan keberpihakannya kepada kepentingan bangsa. Juga, sebagai upaya menghentikan segala gerakan yang bertentangan dengan kepentingan rakyat dan rasa keadilan.

Pada kesempatan Rembug Nasional bagian pertama ini dibuka oleh Busyro Muqoddas selaku Ketua PP Muhammadiyah dan berbagai narasumber seperti Muhammad Maksum (PBNU), Mohtar Mas’oed (UGM), Sonny Zulhuda (Pakar Cyber Law), Ismail Fahmi (Drone Empirit), Trisno Raharjo (MHH PP Muhammadiyah). Serta sebagai penanggap yang juga sebagai korban peretasan ada Ravio Patra dan Roy Murtadlo.

Pada pemaparanya Busyro mengatakan mulai dari Orba sampai kepada Pasca-Orba masih saja ditemui adanya KKN, isu hoaks, kekerasan terhadap aktivis, kekerasan kepada rakyat, bahkan oligarki kian subur sampai sekarang. Dengan hadirnya produk Undang-undang seperti UU ITE, KUHP, pembatasan jaringan internet hingga teror masih menjadi senjata bagi para oligarki untuk melawan rakyat.

Bahkan ketika hari ini munculnya RUU Minerba serta Omnibus Law menjadi bencana yang sangat mematikan bagi rakyat dan juga akan mengancam sumberdaya alam yang ada. Kita tahu bersama Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah tetapi hal itu akan hilang dan binasa  apabila regulasi dan aturan yang tidak berpihak terhadap alam serta rakyat .

Reposisi arah kebijaan negara kejalan yang benar dengan spirit kedaulatan rakyat perlu di dorong sehingga kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat akan menjadi sebuah pijakan sebagai negara demokrasi.

Melalui Rembug Nasional ini pula ada 5 point penting untuk di kaji dan dibahas yaitu. Pertama, bagian dari koreksi kritis-etis konstitusional terhadap pemerintah, DPR, Parpol, Aparatur Negara dan Pengegak Hukum serta TNI untuk kemerdekaan berserikat dan berpendapat. Kedua, konsolidasi masyarakat sipil untuk moral movement dan memperkuat adab kemandirian. Ketiga, Reposisi kebijakan dan arah langkah kebijakan negara menuju jalan kebenaran sesuai jiwa dan moralitas Pembukaan UUD 1945 dan aktualisasi pancasila. Keempat, mengangkat dan membela martabat daulat rakyat Indonesia. Kelima, pemberdaulatan kekayaan sumber daya alam untuk jaminan perlindungan kesejahtraan rakyat.

Busyro mengatakan pada Rembug Nasional ini ” akan ada 5 putaran untuk merumuskan dan di serahkan kepada Presiden Jokowi untuk bisa kembali kejalan yang benar, kembali kejalan kedaulatan rakyat”. Agenda yang terus berlangsung dihadiri ratusan partisipan ini akan menjadi rumusan serta kajian untuk peningkatan sumberdaya alam untuk digunakan sebaik-baiknya. (Alb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *