oleh

IPM Menuju Muktamar Hybrid

KABARMU.CO-Jakarta. Pada (29/08) Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan seluruh Pimpinan  Wilayah IPM di seluruh Indonesia melaksakan Tanwir daring pertama dalam sejarah. Hal ini menjadi langkah digitalisasi IPM untuk menghadapi era digital yang massif.

Sidang Tanwir yang merupakan agenda yang sangat mendesak dan juga agenda tertinggi selain Muktamar merupakan hal wajib dilaksakan untuk mengambil langkah-langkah profesional dalam menjalankn roda organisasi ditengah pandemi Covid-19.

Pada sidang Tanwir daring ini yang juga dihadiri oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof.Dr.H. Haedar Nashir serta penyampaikan pra-saran dari MCCC PP Muhammadiyah serta PSDM (Pusat Syiar Digital Muhammadiyah) sebagai bekal untuk menuju pembahasan persoalan bagaimana nasib Muktamar IPM kedepan dan juga agenda-agenda strategis lainya.

Dalam sambutanya Hafizh selaku Ketua Umum PP IPM menyampaikan tantangan besar sedang menanti kita mulai dari sektor pendidikan, ekonomi hingga keadaan sosial sehingga tantangan ini apakah kita melewatinya melalui kreativitas dan inovasi.

Kemudian ia menyampaikan perlu kiranya pelajar muhammadiyah dari sabang sampai merauke dari pusat hingga ranting untuk bersama berinovasi atas keadaan yang ada seperti ini.

Haedar Nashir selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah memberikan amanat bahwa IPM sebagai ortom yang bergerak di kepelajaran perlu kiranya menjadi solusi dalam dimensi pendidikan di tengah pandemi covid19 ini. Kemudian IPM dengan langkah kreatif perlu memberikan contoh yang inovatif perihal pembelajaran daring agar tetap menjalankan tugasnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Melalui sidang Tanwir ini merumuskan berbagai langlah-langkah strategis mulai dari perkaderan, roda organisasi serta perhelatan wajib yang diadakan IPM yaitu Muktamar sebagai ajang silaturahmi dan juga ajang tukar pendapat terhadap isu-isu kepelajaran secara nasional maupun internasional.

Dalam putusanya menyarankan dua hal yaitu Muktamar dilakukan secara Hybrid atau dilakukan secara pertemuan seperi biasanya dengan catatan apabila Covid-19 sudah tidak ada lagi kasus Covid-19 di Indonesia. (Alb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *