oleh

Membanggakan, Kader Muhammadiyah Raih Gelar Prefesor di Usia 38 Tahun

Kabarmu.co Jakarta –  Meraih gelar Profesor atau Guru Besar merupakan impian semua orang. Apalagi meraih gelar tertinggi dalam bidang pendidikan ini diraih pada usia yang masih muda pasti menjadi prestasi yang luar biasa.

Berkat tekadnya kuat, hal ini bisa  diwujudkan oleh  Prof. Dr. Mohammad Nur Rianto Al Arif, SE., M.Si. Kader Muhammadiyah yang merupakan dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta  ini berhasil meraih puncak karirnya di usia 38 tahun 5 bulan.

Pria yang akrab disapa Arif ini menjelaskan bisa meraih jabatan tertinggi di dunia perdosenan ini  sudah menjadi tekadnya. Maka itu, dia membuat target-target kecil sepanjang karirnya.

DIa ditetapkan menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Islam pada 1 Maret 2020 berdasarkan SK Kemendikbud No. 35119/MPK/KP/2020 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Namun, hingga saat ini belum ada upacara pengukuhan dikarenakan semua acara pengukuhan ditunda selama pandemic Covid-19. Berkat capaiannya tersebut, Arif dinobatkan menjadi profesor termuda di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Karir sebagai dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dimulai pada tahun 2008. Ia menyelesaikan studi S1 pada jurusan Ekonomi Pembangunan di Universitas Diponegoro. Kemudian gelar magister dari program kajian Timur Tengah dan Islam dengan kekhususan Ekonomi dan Keuangan Syariah Universitas Indonesia. Serta lulus program Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Indonesia. Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pria kelahiran Pekanbaru, 13 Oktober 1981 ini mengungkapkan secara umum tidak ada hambatan yang berarti selama menjalani karir dosen hingga menjadi profesor. Adapun kendala yang sempat muncul karena beberapa topik artikelnya, beberapa tahun terakhir sama dengan topik disertasi. Meskipun sebenarnya secara konten dua hal tersebut berbeda.

“Cara mengatasi kendalanya ialah dengan menambah satu artikel lagi yang topiknya berbeda dengan topik disertasi. Alhamdulillah hal ini bisa saya penuhi, karena memang secara rutin saya selalu upayakan menulis setiap tahunnya,” terangnya dalam keterangan tertulisnya.

Arif saat ini tercatat sebagai Anggota Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, Anggota Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Timur, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Jakarta Timur, dan Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Duren Sawit II, Jakarta Timur.

Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Kiprahnya di dunia publikasi Ilmiah telah mengantarkannya untuk menerbitkan banyak karya ilmiah di jurnal bereputasi.

Dosen yang juga telah menulis belasan buku ini juga berkontribusi besar dalam memajukan sejumlah Jurnal, baik di internal UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta maupun eksternal dalam pengelolaannya hingga terakreditasi Dikti dan Internasional. Selain itu, ia pun pernah mengikuti Senior Fellowship pada Opt-Bank Program yang dibiayai oleh Erasmus di Universite de Limoges Prancis pada 2018.

Ia pun aktif pada berbagai organisasi profesi maupun organisasi kemasyarakatan. Diantaranya saat ini tercatat sebagai Anggota DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Bidang Pengembangan SDM Kependidikan. Selain itu ia aktif sebagai Tenaga Ahli pada Relawan Jurnal Indonesia (RJI) dan Anggota pada Himpunan Editor Berkala Ilmiah. (Mir)

Sumber: Genial.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *