oleh

Orang Terkaya RI Sumbang Rp 52 M untuk Lawan Corona

-Good News-157 views

Kabarmu.co – Orang terkaya RI sekaligus Pendiri Grup Mayapada Dato Sri Tahir mengucurkan Rp 52 miliar bantuan untuk penanganan wabah virus corona. Bantuan ini dibagi untuk DKI Jakarta sebesar Rp 22 miliar, Jawa Barat sekitar Rp 10 miliar, Jawa Tengah Rp 10 miliar, dan Jawa Timur Rp 10 miliar.

Bentuk bantuannya beragam. Ada yang berbentuk tunai atau voucher belanja sebesar 70% dari total sumbangan, ada pula yang berbentuk alat-alat kesehatan seperti masker, infrared thermometer dan hand sanitizer. Ada juga tambahan dalam bentuk makanan dan minuman yang merupakan donasi dari Orang Tua Group.

“Bantuan untuk warga DKI Jakarta senilai Rp 22 Miliar sendiri, sebagiannya telah kami berikan kepada Kementerian Sosial pada hari Selasa, 24 Maret 2020 lalu dalam bentuk tunai atau voucher belanja dengan total nilai Rp 2 Milyar. Kemudian sisanya, Mayapada Group dan Tahir Foundation akan menyerahkan kepada Mesjid Istiqlal sebesar 80%, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) 10% dan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) 10%” ujar Pendiri Grup Mayapada Dato Sri Tahir dalam keterangannya, Jumat (27/3/2020).

Kepada Mesjid Istiqlal, bantuan akan disalurkan kepada mesjid-mesjid dan pesantren-pesantren di DKI Jakarta yang membutuhkan.

Begitu juga untuk Keuskupan Agung Jakarta dan Persekutuan Gereja Indonesia, kami serahkan melalui pimpinan masing masing untuk dapat diteruskan kepada umat-umat yang memerlukan bantuan tersebut.

Tahir selipkan pesan di tengah corona, Apa pesannya?

Mayapada Group mengajak seluruh pengusaha besar di Indonesia untuk ikut memberi bantuan dalam menghadapi virus corona. Terutama turun langsung untuk menyentuh rakyat kecil yang paling terdampak pandemi tersebut.

“Kita tidak bisa memaksa, cuma bisa menghimbau pengusaha lain supaya ikut berpartisipasi,” ujar Komisaris Mayapada Group Hendra di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/3/2020).

Ia berharap para pelaku usaha dapat segera berpartisipasi memberi bantuan. Tak perlu banyak, semampu pelaku usaha itu saja dianggap sudah cukup berarti.

“Kita imbau supaya tergerak hatinya untuk ikut membantu sesuai kapasitas masing-masing. Dengan cara begini kita ingin langsung memberikan ke masyarakat bawah,” tambahnya.

Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, kehadiran bantuan para orang-orang kaya RI dalam situasi saat ini sangat penting. Terutama untuk meringankan beban pemerintah menanggulangi wabah tersebut.

“Pengusaha atau orang-orang kaya ini semestinya bisa berperan sangat besar dalam membantu pemerintah dalam kondisi saat ini terutama dalam upaya penanggulangan wabahnya,” ujar Faisal kepada detikcom, Jumat (27/3/2020).

Untuk saat ini, bantuan yang paling tepat yang bisa disumbangkan para orang kaya RI adalah berupa bantuan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis.

“Bentuk bantuannya beragam, mulai dari dana penyediaan alat-alat kesehatan, alat pelindung diri (APD) seperti masker, obat-obatan, termasuk desinfektan, selain itu juga bisa dalam bentuk fasilitas pendukung seperti kendaraan operasional, akomodasi unuk tenaga medis dan lainnya,” paparnya.

Di kesempatan berbeda, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede pun berpandangan serupa. Bantuan APD untuk tenaga medis seharusnya lebih dulu menjadi prioritas sebelum menyumbang dalam bentuk bantuan lainnya.

“Kalau kita lihat kemarin dari sisi penanganan covid-19, bagaimana mendorong bantuan buat tenaga medis ini jadi penting, dan juga kalau kita lihat beberapa rumah sakit kekurangan APD dan logistik kesehatan, ya jadi mungkin bisa berkontribusi di situ, tentu kalau itu diberikan bisa meringankan pemerintah dari sisi medisnya,” kata Josua kepada detikcom.

Untuk pemberian APD sendiri, ada baiknya para orang kaya RI bisa menyampaikannya melalui pemerintah terlebih dahulu baik itu pemerintah pusat maupun daerah.

“Saya pikir bisa melalui pemerintah, namun bisa juga langsung kepada lembaga swadaya masyarakat untuk menyalurkannya ke rumah sakit. Tapi ada baiknya ke pemerintah saja, karena kita tidak tau ya pembeliannya bagaimana, dan rumah-rumah sakit mana saya yang kekurangan,” pungkasnya.

Sumber: Detik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *